dear diary…






         curahan hati bunda…..

March 16, 2009

berenang..

Filed under: Cerita Alifah — bundaalifah @ 12:13 am

sabtu, 14 maret kemaren aku n keluarga menghadiri family gathering bersama temen-temen pengajianku at Situ Gintung daerah ciputat. suasana seru bercampur hangat kami rasakan setelah sekian lama kami rasa jenuh dengan berbagai aktivitas yang terus menerus menghampiri tiada henti.

bersama anak-anak dr teman2ku, alifah terlihat senang sekali bermain, sekaligus berenang bersama ayahnya. ini kali kedua alifah berenang, setelah sekian lama aku tidak mengajaknya untuk berenang,maklum aku pun sudah sangat jarang sekali melakukan aktivitas olahraga yang satu itu, apalagi setelah memakai jilbab.

ihhh lucuuu bgts melihat alifah berenang, awalnya sihhhh takut2 gitu dehhh, maklum lahh dah kelamaan gak renang, tapi lama kelamaan dia sennneeenng bgtss… ihhhh jd kepengen ngajak alifah berenang lagiii..:)

Bookmark and Share

November 17, 2008

episode kelabu (bag. 3)

Filed under: cerita kantor bunda — bundaalifah @ 7:08 pm

episode kelabu ini semakin tidak menentu… rumit… ribet… riweuh… sungguh.. aku jadi membayangkan enak yah jadi seorang pimpinan itu…. bisa mengambil keputusan ( fiuhhh… ) andainya… (hmmm..menghayal )..

kupikir semua ini telah berlalu… baru bisa tertidur jam 1/2 4 pagi tadi… hasil pekerjaan yang ternyata juga sia-sia… karena subuh td, ada kabar bahwa akan ada revisi lagi.. ohhh.. pernahkah mereka sebelumnya merasakan bagaimana sulitnya memikirkan itu semua…. angka..angka…angka yang terus..terus….terus berubah…. Allah…

tangis, air mata ingin rasanya tertumpah… rasanya tak sanggup lagi aku menjalani ini.. putus asa??? hmmm… mungkin lebih tepatnya… jenuh dengan kondisi spt ini…. bagaimana tidak sudah 5 kali revisi dalam waktu yg sangat singkat dan saat ini.. detik-detik menunggu revisi yang ke 6 kalinya… padahal DJA sudah menunggu smpai jam 11 siang.. fiuhhh…
Mudahkan Ya Allah…

Bookmark and Share

episode kelabu (bag. 2)

Filed under: cerita kantor bunda — bundaalifah @ 10:51 am

Perpusnas, 18 November 2008

12.20 am..

hoahhhh… rasa kantuk ini belum juga reda… sudah hampir jam setengah satu malam.. lagi-lagi aku masih tepat didepan PC-ku… at my office, of course.. membayangkan nyamannya tidur dikasur empuk bersama suami dan anakku tercinta pastinya sungguh menyenangkan… ahhhh aku rindu… sudah hampir 3 minggu ini belum juga aku bisa tidur nyenyak ataupun nyaman seperti itu… walaupun sempat juga aku dikarantina di sebuah hotel berbintang tiga, type suite room, dengan tempat tidur yang besar dan sangat empuk… tak jua kurasakan nikmatnya tidur nyenyak…

‘Nyusun anggaran tahun ini memang menguras habis tenaga dan fikiranku… coba bayangkan… baru maju selangkah… beberapa menit kemudian harus mundur seribu langkah… ketidak pastian angka alokasi anggaran yg lagi2 harus membuatku dan tim tidak bisa tidur nyenyak… waktu dateline yang terus menerus mengejar dan tak kan berhenti terus menghantui… ahhh seakan ia menjadi bom waktu yang akan menghancurleburkan kekuatan fisik dan fikiran  kami…

12.31 am….

rasa kantuk ini berangsur angsur hilang… rasanya tak ingin pula aku tertidur… walaupun saat ini pekerjaanku perlahan mulai berkurang…. jenuh…. kusempatkan saja menulis diaryku… fiuhhh…. lelah…

syukur saja waktu kuliah dulu aku sudah terlatih bekerja hingga larut malam seperti ini…. hmmm… kala itu aku masih berada di UKM Faris… saat-saat acara ke puncak… saat itu pula kami jarang tertidur pulas…

12.49 am…

Ya Allah… ada lagi kesalahan data…. bagaimana ini ???? haruskah kembali aku ulang input data yang sudah kumasukan??

Astaghfirullah….. cobaan apa lg ini????

1.51 am….

hoahhh… mulutku sekarang sudah tidah berhenti menguap… bener-bener cobaan yang begitu berat untukku… data yang sudah kumasukkan harus ku edit kembali…

lagi-lagi kesalahan rekap data membuat dana alokasi anggaran dekon yang memang jd bagianku harus di rekonstruksi ulang…  Allah…..

tp.. untung saja ( baca: Alhamdulillah ) semua sudah bisa kuatasi, disaat semua orang dengan tensi tinggi saling mengukuhkan pendapatnya dan tidak ingin saling disalahkan.. aku hanya terus mengutak utik angka yg ada di hadapanku… tap’… tidak berapa lama kutemukan angka hilang itu…. dan semua pun terdiam….

1.56 am..

Alhamdulillahirabbil ‘alaminn…

klop’ .. akhirnya selesai juga … angka yang harus kita cari dengan penuh perjuangan selama hampir tiga minggu ini akhirnya kelar juga…

ups’…

perjuangan belum berakhir…. masih ada  penelaahan angka yang masih menanti dengan orang DJA.. huuhhh…

hoaaaaaaahhhh….

dan aku pun tetap mengantuk….

udah yaaaaaaaa… aku tidur dulu… :)

Bookmark and Share

November 15, 2008

episode kelabu (bag. 1)

Filed under: cerita kantor bunda — bundaalifah @ 8:29 pm

Ahad, 16 November 2008

9.53 am

Hari ini memang hari ahad, tp tahu kau Dy, aku ada dimana?? Tepat di depan PC yang selalu menemaniku kerja dikantor… kantor????… hmmm???… yups… aku ada dikantor.. ngelembur…. sampai gak pulang2… hiks..hiks :( ..

Capek..lelah… pasti kurasakan… gmn gak.. sudah 2 minggu lebih dah kyk gini… serius.. udah 2 minggu berturut2 aku dan temen2 satu tim di penyusunan anggaran ngelembur spt ini… kadang temen2 yg pd Online di YM nanya ngapain jam segini ada dikantor… jam segitu masih dikantor??? Padahal kan statusku ’hanya’ sebagai seorang PNS!!… hehe… ternyata… tidak sesuai dengan yang dibayangkan lho!!…

Sebetulnya rasa lelah fisik ini tidak sebanding dengan rasa lelah yang ada dihati ini… betapa tidak?? Dalam kondisi terdesak untuk lembur spt ini, aku harus meninggalkan anak dan suamiku yang sedang sakit… yups, sudah semingggu ini ayah sakit cacar, alifah juga demam, dan aku tidak bisa merawat mereka… Ya Allah… sungguh aku merasa bersalah…

Yg membuatku tambah sedih, aku tidak bisa menghabiskan waktuku dengan gadis mungilku, bahkan tidak di waktu akhir pekan seperti ini…

bunda…. ikut donk… ” dengan suara khas dan bahasa yang memang belum jelas, gadis cilik itu memintaku membawanya, tp bagaimana mungkin.. setumpuk kerjaan dikantor membuatku tidak mungkin membawanya..

Dan akhirnya, ia pun menangis sekeras2nya, tidak ingin lepas dr pelukan dan begitu seterusnya… hingga aku harus berpura-pura tidak pergi meninggalkannya.. baru aku bisa pergi dengan mengendap-endap… ohhh… ya Allah…..

Dan hari ini, setelah 2 minggu lembur dikantor, 5 hari di karantina di hotel… tetap juga kerjaan ini tidak selesai… angka alokasi anggaran yang terus menerus berubah, membuat pekerjaan ini terus saja tak terselesaikan… hhh…

Ya Allah… mungkin tidak pantas dan tidak seharusnya aku mengeluh…

Tapi sebagai manusia biasa yg penuh dengan kekurangan…

Saat-saat seperti ini menjadi saat yang sarat dengan keluhan…

Lelah fisik karena tidak bisa tidur nyenyak..( bayangkan saja mulai ayam jantan berkokok.. hingga matahari kembali ke peraduannya dan malaikat2 turun kebumi mencatat amaliah malam para hambaNya… tetap saja mata ini terus menatap terangnya monitor PC dan jari-jari ini menari di atas keyboardnya…)

Lelah hati karena harus meninggalkan keluarga… menjadikan aku kadang tidak berpikiran tenang…

Allah… mudahkanlah urusan-urusan hamba Mu ini yaaa Rabb…

Amiinnn…

Bookmark and Share

October 9, 2008

Kisahku pagi ini…. 10/10/08

Filed under: Cerita Alifah — bundaalifah @ 11:09 pm

Pagi ini, untuk kesekian kalinya aku membuat gadis cilikku menangis. Bukan karena aku memarahi, mencubit, atau memukulnya, karena memang aku tidak terbiasa melakukan itu pada gadis kecilku.

Aku meninggalkannya untuk pergi kerja… yups… dan tentu saja reaksinya akan menangis keras… atau sesekali memintaku untuk menggendongnya agar aku tidak jadi pergi…

Ugghhh… aku merasa betul-betul telah menyakitinya.. walaupun aku tidak menyakiti fisiknya, tapi aku telah menyakiti hati bersihnya…

Selama perjalanan menuju kantor, perasaanku amat tersiksa…. Walaupun kutinggalkan ia bersama neneknya, tetap saja aku merasa ingin selalu bersamanya. Tapi mau bagaimana lagi??? Tuntutan memenuhi kebutuhan hidupnya juga tertumpu padaku. Tanpa bermaksud mengecilkan usaha suami yang memang kini juga bekerja di kantor swasta, tapi justru penghasilannya, layaknya pegawai negeri sipil.. bahkan mungkin lebih rendah. Padahal ia bekerja di sebuah Perusahaan Asuransi Syariah ternama. Terkadang rasa kesalku tumpah juga kala suami bercerita tentang pegawai yang baru bekerja di kantornya memperoleh gaji yang jauh lebih besar… Hmmm… mudah-mudahan ini tidak mengecilkan rasa syukur kami padaMu yaaa Rabb…

Sebenarnya, sudah pernah juga aku mengajak Alifah, untuk ikut bersamaku ke kantor.. tentu saja disaat aku tidak begitu banyak pekerjaan dateline.. tapi sungguh, aku dibuatnya lelah dan tentu saja, ia tidak bisa lepas dari penglihatanku, karena tidak ingin terjadi apa-apa dengan gadis cilik itu. Maklumlah, terlalu banyak barang-barang atau pun kabel yang bisa membuatnya terluka.. dan aku dibuatnya tidak nyaman.

Alifah…. maafkan bunda ya Nak…

Bukan bunda, tidak ingin bermain denganmu..

Tapi saat bunda kembali..

Bunda akan ikut serta denganmu untuk bermain apapun yang kau inginkan…

Karena sungguh..

Bunda menyayangimu…

I Love You, Cantik…… ;)

Bookmark and Share

Arti Kehilangan…

Filed under: Uncategorized — bundaalifah @ 10:42 pm

Sedih, kecewa, marah, kesal… barangkali itu beberapa ekspresi yang mewakili ketika kita merasa kehilangan. Kehilangan apa pun yang pernah merasa kita cintai dan merasa kita miliki. Entah itu berupa barang, binatang kesayangan ataupun orang-orang yang kita cintai… Itu juga yang mungkin dialami sahabatku.

Beberapa waktu lalu, tepat di hari jum’at pagi bulan Ramadhan, aku mendengar kabar gembira. Sahabatku yang terakhir ku jumpai saat sahabatku yang lain menikah, telah melahirkan anak keduanya… walaupun saat itu kandungannya masih berusia 7 bulan.. yups, lahir prematur.. Yang membuatku tambah terkejut, ternyata anaknya terlahir kembar.. Subhanallahu… padahal ibunya sendiri saja juga tidak tahu kalo akan terlahir kembar, karenamemang selama kehamilan, beliau belum pernah sekalipun di USG.

Sahabatku yang satu ini pastinya amat bahagia, memiliki anak yang terlahir kembar dalam keadaan sehat, walaupun tetap terlahir dengan berat badan yang tergolong rendah. Setidaknya kebahagiaan itu kurasakan ketika aku meneleponnya untuk sekedar mengucapkan selamat dan keikutsertaan rasa bahagia.

Tapi ternyata kebahagiaan itu tak berlangsung lama, keesokan harinya kudengar lagi kabar, jika kedua bayi kecil itu harus mendapatkan perawatan serius. Dan berita terakhir yang kudengar, harus di kirim ke RS di daerah Sunter yang memang terbilang ”wah”, paling tidak untuk sekelas sahabatku itu, tanpa bermaksud merendahkan, tp aku cukup tahu dengan keadaannya. Bayangkan saja hanya 3 hari bayi-bayi mungil itu di inapkan dalam inkubator, ia harus menghabiskan biaya yang tidak sedikit, 20 juta! Rasa sedih dan prihatinku makin menjadi-jadi kala ia menangis di telpon saat aku menghubunginya. Ia bingung harus mencari dana kemana. Padahal saat itu memang sedang dekat2nya waktu lebaran, semua orang pun rasanya memang sedang membutuhkan banyak uang untuk mempersiapkannya. Aku sendiri pun rasanya tidak sanggup untuk membantu sendirian. Akhirnya dengan inisiatifku dan seorang sahabat, maka kami hubungi beberapa teman-teman yang memang ingin menyumbang. Baik melalui sms, telpon bahkan chatting sekalipun.. Paling tidak untuk sedikit meringankan beban sahabatku yang satu itu…

Setelah beberapa hari di inapkan d RS daerah Sunter, akhirnya dengan segala upaya kedua orang tuanya, bayi-bayi mungil itu dipindahkan juga ke Rumah Sehat Sunda Kelapa. Rumah ’sakit’ yang memang diperuntukkan bagi masyarakat yang digolongkan ’kurang mampu’.

Bayi yang berjenis kelamin perempuan dan laki-laki itu, dalam kondisi kritis beberapa hari selanjutnya.. Sungguh moment yang pasti amat mendebarkan untuk setiap orang tua yang mengalaminya… harap-harap cemas pun pasti menggelayuti fikiran…. tapi tidak untuk sahabat itu, ia benar-benar ikhlas menerima apapun yang telah menjadi garis takdir kedua buah hatinya.

Dan… Saat itu pun tiba, jum’at berikutnya kedua bayi mungil yang berat badannya tidak sampai 1,2 kg itu pun benar2 harus meninggalkan kedua orangtua dan keluarga yang pasti amat mencintainya… walaupun tidak dalam jam yang bersamaan mereka ’berpulang’. Aku pun sempat menjenguk bayi laki2 itu setelah kudengar kabar bahwa saudara kembar perempuan-nya telah tiada saat subuh belum lagi terdengar…

Ahhh… bayi mungil yang sempat kujenguk itu mungkin sedang dalam masa sakaratul mautnya kala aku melihatnya…. karena tidak berselang lama setelah aku menjenguk, ia pun dikabarkan telah menyusul saudara kembarnya.

Sayang… semoga kepergianmu menjadi tiket bagi kedua orangtuamu untuk menuju Jannah-Nya… Amiinnn…

Bookmark and Share

October 8, 2008

Libur Lebaran 1428 H

Filed under: Cerita Alifah — bundaalifah @ 12:33 am

8 Oktober 2008

Libur Lebaran tahun ini terasa cepaatt sekali berlalu.. hingga tak terasa hari ini sudah hari ke 3 masuk kerja lagi…

Liburan yang amat berarti untukku, karena bisa berkumpul dengan keluarga besarku… apalagi aku bisa dengan sepuas hati menemani hari-hari buah hati kecilku yang pastinya amat merindukan bermain denganku…

Betapa tidak, disetiap detik kebersamaanku dengannya selalu membuatnya tertawa.. walau sesekali ia menangis karena merasa ngantuk atau ingin sekali minum susu ’Bebelac’nya… bahkan jika aku harus pergi sebentar saja menghilang dari pandangannya, ia selalu menyebut-nyebut namaku… tak ingin jauh dariku… ibunya.

Ahhh Alifah… sungguh bunda amat menghargai saat-saat bersamamu… Walau sangat sebentar bunda bisa rehat dari pekerjaan bunda di kantor.. bunda sangat menikmatinya. Sayang… saat ini bunda belum bisa cuti, karena masa status PNS bunda belum lama…

Tapi… semoga saja dirimu merasakan kebahagiaan yang sama dengan apa yang bunda rasakan…

I Love You, Cantik….

Bookmark and Share

August 19, 2008

Dan Kau Panggil Aku……… ‘Nda (Bunda)

Filed under: Cerita Alifah — bundaalifah @ 9:14 pm

‘nda…. ‘nda…. Terus kau panggil aku dengan sebutan bunda… sungguh rasa
capek, letih, lelah, bahkan saat aku merasa badan ini panas dingin, perut
melilit, rasa itu serasa hilang berpendar dengan rasa bahagia yang amat sangat
saat mendengar kau terus memanggilku, meski usiamu masih 16 bulan… kau memang
telah pandai merangkai kata… yang mungkin belum genap sempurna terdengar.

Pagi itu, aku memang baru pulang dari acara Rakor kantorku dengan seluruh
kepala Badan Perpustakaan seluruh Indonesia di Golden Boutique Hotel, Pasar Baru.

Acara yang cukup melelahkan karena aku harus merevisi rincian anggaran Badan
Perpustakaan seluruh Indonesia. Hingga kurasa badan ini terus menggigil, aku
kedinginan, tapi tubuhku terasa panas. Kulirik jam di layar monitor komputerku,
pukul 22 lewat 5 menit. Tubuhku terasa amat lelah, tapi orang-orang itu tidak
berhenti memintaku untuk merevisi rincian anggarannya. Tapi biarlah pikirku,
karena ini sudah menjadi tugasku. 

Hingga pukul 22.30, akhirnya selesai juga tugasku, paling tidak untuk malam
itu. Bergegas aku ke kamar 525, kamar dimana teman seruanganku tidur. Aku ingin
istirahat disana, karena lantai kamarku ada dilantai 10, lagipula kunci kamarku
memang dipegang temanku yang saat itu juga berada di kamar yang sama.

Segera ku ketuk pintu 525 itu, kubaringkan dan kuselimuti tubuhku yang
masih terasa panas diatas ranjang empuk… hhhh…. ragaku tak terasa
nyaman…. hingga malam semakin larut, aku tak bisa tidur nyenyak, perutku yg
melilit terus menerus mengajakku ke kamar mandi, begitu seterusnya hingga pagi
menjelang…

Dan kuputuskan, untuk segera pulang. Syukur saja acara rakor hari itu sudah
selesai, tugasku pun masih banyak menumpuk yg akan kukerjakan dikantor..
sudahlah pikirku… yang penting aku ingin segera pulang….

Security Hotel memanggilkan sebuah taksi untukku, bayangan putri semata
wayangku yang seringkali kutinggal dinas, dengan segera berkelabat
dipikiranku… aku rinduu…

Alhamdulillah, sebelum jam 7 pagi, sampai juga aku dirumah…. Dan kutemukan Alifahku tengah sarapan
bersama neneknya….

Assalamu’alaikum Alifahku sayaanggggg….. Bunda kangen padamu…

 

16 Agustus 2008

Bookmark and Share

July 28, 2008

kekhawatiranku…

Filed under: Cerita Alifah — bundaalifah @ 12:54 am

Mengisi hari-hari dengan rutinitas terkadang memang membosankan. Bangun tidur, sholat subuh, bikin sarapan, nyerika bajuku ‘n suami yg mau dipake ke kantor, sarapan, membangunkan alifah yg masih terlelap dr tidur untuk ku titipkan pada neneknya, nguber2 jemputan kantor ( takut ketinggalan ), sampe kantor, ngerjain kerjaan yg emang belum kelar, sampe jam 4, siap2 pulang. sampe rumah jam 5 lewat, baru bisa ketemu alifah, buah hatiku semata wayang, yang kadang terjaga, kadang-kadang juga masih tertidur, malemnya harus bikin makan malam, kdang kalo alifah gak bisa diajak kompromi, harus beli makanan di luar… hmmmm begitu sterusnya….

sampai-sampai aku tersadar…. waktuku untuk alifah, si cantik kecilku itu, hanyalah waktu sisa….  baru tersadar.. bahwa ternyata.. sudah banyak yang bisa ia lakukan diusianya yang masih 15 bulan…. kemampuan yg luar biasa, jika kubandingkan dengan kawan sebayanya…

sudah banyak kosa kata yang bisa ia katakan, nyanyian yg bisa ia lantunkan (wlaupun masih hrus di bantu), emosi yg kadang mengejutkan… hmmmm… aku jd berpikir, banyak dari semua itu bukan hasil didikanku, tp didikan mamaku -neneknya-…

perasaan khawatir kehilangan figurku sebagai ibu, kadang suka menghampiri… tp jauh ku tepis hal itu, krn bagiku, disisa-sisa waktu rutinitasku, adalah waktu yang penuh kualitas bersamanya….

ku ajari ia menulis, mengaji, membaca, bercerita…. ahhh… sungguh… aku sangat merindukannya…  Alifah, Bunda Miss U so much…

Bookmark and Share

July 22, 2008

Nyusun Anggaran…

Filed under: cerita kantor bunda — bundaalifah @ 12:34 am

Kerjaan nyusun anggaran TA 2009 kali ini emang bener-bener nguras tenaga dan pikiran…. udah lembur 5 hari.. tetep aja belum kelar juga…ehh… akhirnya qta nginep juga di puncak, tepatnya di hotel villa mas, cipayung, tempat langganan bagianku kalo lagi nyusun yg satu itu….

2-3 hari nginep disana belum kelar juga…. tidur udah larut bgt, subuh udah bangun lagi.. wuihhh… bikin pusing ajah…. mana data dari masing2 pusat lama bgt dikirimnya… menghambat kerjaan!!… yg dikejar-kejar ama orang dirjen anggaran kan kita…hhh…capek dehhhhh…

Alhamdulillah kerjaan yg harus kuselesaikan akhirnya kelar juga, cuman… berhubung ini kerjaan tim… harus rela pula menunggu kerjaan teman ku yg lain yg memang belum selesai… kecian dia.. data yg diterima untuk di input dalam aplikasi anggaran harus telat juga di input… mana harus mencocokkan MAK-nya, penempatan jenis belanjanya… hhhhh… kadang aku jd mikir… kenapa juga ditempatin ditempat yg kyk gini…. ampuuunnnn deh meni riweuh pisan euy

eits… tapi sihh..denger2 banyak juga orang yg comment kalo bagian yg saat ini aku ada didalamnya paling enak, paling banyak duitnya… halahhhhh.… ada2 aja… (tapi dalam hati mah… jawab aja amiiin… he2)..lagian ada juga, duit anggaran kantor yg banyak,  mereka kadang mikir enaknya ajah… giliran kerjaannya gak dipikirin sihhh… waduhhh, kok jadi banyak ngeluh gini… astaghfirullah…. udah ahh..

Ya Allah mudahkanlah segala urusan-urusan ku… baik urusan dunia maupun urusan akhiratku…. amiin

Bookmark and Share
Next Page »